Loading Now

☕ Sejarah Kopi: Dari Ethiopia ke Meja Kita

Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Hampir semua orang pernah menyeruputnya, entah di pagi hari untuk membangunkan mata, saat bekerja untuk menambah fokus, atau sekadar menemani obrolan hangat bersama teman. Tapi, pernahkah kamu bertanya: dari mana sebenarnya kopi berasal?


Awal Mula: Ethiopia, Abad ke-9

Legenda menyebutkan kopi pertama kali ditemukan di Ethiopia sekitar abad ke-9. Seorang penggembala kambing bernama Kaldi dikisahkan melihat kambing-kambingnya jadi bersemangat dan tak bisa tidur setelah memakan buah merah dari pohon tertentu. Rasa penasaran Kaldi membawa biji itu ke biara, dan sejak saat itu kopi mulai dikenal sebagai minuman penambah energi.


Perjalanan ke Dunia Arab

Dari Ethiopia, kopi menyebar ke Arab melalui pelabuhan Mocha di Yaman (ya, dari sinilah nama mocha berasal). Di dunia Arab, kopi tidak hanya jadi minuman, tapi juga bagian dari budaya. Orang-orang berkumpul di qahveh khaneh (kedai kopi), tempat mereka berdiskusi, membaca puisi, hingga membicarakan politik.

Di sinilah kopi mendapat julukan: “Wine of Arabia”.


Kopi Menyentuh Eropa

Pada abad ke-17, kopi mulai masuk ke Eropa, khususnya Italia, lewat perdagangan dengan Arab. Meski awalnya dianggap minuman asing yang mencurigakan, lama-kelamaan kopi justru jadi tren di kalangan bangsawan dan cendekiawan. Dari sinilah lahir café culture yang kita kenal sekarang—tempat bertemu, berdiskusi, dan berkarya.

Italia bahkan menciptakan espresso pada abad ke-19, yang hingga kini jadi dasar berbagai minuman kopi modern.


Menyebar ke Dunia: Termasuk Indonesia

Bangsa Belanda membawa kopi ke koloni mereka, termasuk Indonesia pada abad ke-17. Kopi ditanam di Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi, dan menjadi komoditas ekspor penting. Itulah kenapa sampai sekarang, “Java Coffee” terkenal di seluruh dunia.

Indonesia bahkan termasuk salah satu penghasil kopi terbaik dengan berbagai varietas unik seperti Kopi Gayo, Toraja, dan Luwak.


Kopi di Zaman Modern

Hari ini, kopi bukan hanya minuman, tapi juga gaya hidup. Dari warung kopi tradisional, kedai kecil, hingga coffee shop modern seperti WakeUp Social, kopi selalu jadi alasan untuk berkumpul, berbagi cerita, atau sekadar recharge energi.

Kopi telah melintasi benua, budaya, dan generasi—tapi satu hal tetap sama: ia selalu jadi penghubung antara manusia dan cerita mereka.


Sejarah kopi adalah sejarah tentang perjumpaan, energi, dan kreativitas. Dari biji kecil di Ethiopia, kini ia jadi bagian penting kehidupan kita sehari-hari. Dan di WakeUp Social, kami percaya setiap cangkir kopi masih membawa semangat yang sama: membangunkan, menyatukan, dan memberi inspirasi.

Post Comment